TRIBUNNEWS.COM, KOMDAK - Teza Irawan (24) diduga kerap menggertak pengguna jalan menggunakan senjata api jenis revolver yang ada di mobilnya.
Ia ditangkap polisi karena nekat mengacungkan revolver dari balik jendela mobil merek Toyota Fortuner nomor polisi B 1090 FCY kepada polisi di gerbang tol Kuningan II Jakarta Selatan, Kamis (29/3/2018) sore.
Berdasarkan informasi di Twitter resmi Traffic Management Center Polda Metro Jaya, penodong pistol ke polisi itu ditangkap di ruas jalan tol dalam kota, tepatnya di depan Gedung Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan.
Dia diringkus setelah sempat melarikan diri usai menodongkan pistol ke pengendara lain.
"Polri mengamankan Pengemudi Toyota Fortuner B 1090 FCY yang mengacungkan senjata di GT Kuningan 2," tulis TMC pada pukul 17.18 WIB.
Kepala Satuan PJR Polda Metro Jaya, AKBP Slamet Widodo, mengatakan petugas menemukan sepucuk pistol pelaku untuk menodong polisi yang ternyata bukan organik tapi hanya airsoft gun.
"Senjatanya, senjata mainan," kata Slamet.
Petugas telah mengamankan pengemudi tersebut untuk diperiksa terkait motif di balik penodongan tersebut
Peluru tajam
Kanit I Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Malvino mengatakan, peristiwa penodongan tersebut terjadi pukul 15.00 WIB.
"Pada waktu itu sebuah unit mobil Toyota Fortuner Nopol B 1090 FCY warna hitam melaju dengan cara ugal-ugalan dan menyalakan lampu strobo," ujar Malvino.
Ketika mobil tersebut melintas tepat di depan Rumah Sakit Dharmais, Jakarta Barat, tiba-tiba Teza menghentikan mobil dan mengeluarkan revolver keluar jendela karena ingin mendahului dan memotong antrean keluar tol.
"Karena takut membahayakan pengemudi lainnya, kemudian seorang anggota satuan PJR (Patroli Jalan Raya) Induk 1 Dit Lantas Polda Metro Jaya mengikuti mobil tersangka dari belakang," ujar dia.
Ketika mobil itu melintas di gerbang tol Kuningan, polisi memberhentikannya.
Dari tangan pelaku, polisi mengamankan sepucuk senjata airsoft gun jenis revolver merek S&W 14K15674, dua butir amunisi tajam kaliber 3.8 mm, 6 butir amunisi airsoft gun sebuah sarung senjata, KTP, SIM dan mobil Teza.
"Pelaku telah menguasai, membawa, mempunyai persediaan padanya atau mempunyai dalam miliknya, menyimpan, menyembunyikan suatu senjata api berikut amunisi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1951," kata Malvino.
Tanpa surat kendaraan
Saat dihentikan polisi lalu lintas, Teza tidak dapat menunjukkan surat-surat kendaraan yang dikemudikannya.
Demikian dikatakan Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono.
"Yang bersangkutan belum bisa menunjukkan surat kendaraan," ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (30/3/2018).
Argo menyampaikan, Teza hanya memiliki surat keterangan kecelakaan lalu lintas.
Surat keterangan itu ditemukan di mobil yang dikemudikannya.
Polisi akan mengecek surat tersebut ke Direktorat Lalu Lintas.
"Adanya surat laka lantas, sedang dicek ke (Direktorat) Lalu Lintas apakah itu benar atau tidak," kata Argo.
Teza kini telah ditetapkan sebagai tersangka.
Polisi dalami pemilik senjata
Penyidik Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya masih mendalami kepemilikan senjata api milik 'koboi' di tol, Teza Irawan (24).
Kanit I Subdit 3 Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Malvino Edward Yusticia mengatakan, berdasarkan pemeriksaan, senjata api yang dimiliki Teza bukan atas namanya.
"Kami sedang mendalami siapa pemilik senjatanya. Sedang kita dalami hari ini," ujar Malvino.
"Mobil itu juga bukan atas nama dia. Pengakuannya baru beli, tapi belum di balik nama. Sedang kita dalami dengan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya," Malvino menambahkan..
Kurang dikenal
Tetangga kurang mengenal sosok Teza yang tinggal di Perumahan Pondok Tanah Mas, RT 03 /027, Kelurahan Wanasari, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Rohima, ibu RT setempat, mengaku kurang begitu mengenal sosok Teza.
Kabar mengenai penangkapan Teza baru Rohima tahu pada Sabtu (31/3/2018), tapi tidak tahu soal masalah yang menjeratnya.
"Biasa saja sih enggak begitu kenal, karena kan masih muda ya jadi sering keluar mungkin," jelas Rohima.
Teza bersama kedua orangtuanya sudah lama tinggal di perumahan tersebut.
Usaha seragam Polri dan TNI
Kedua orangtua Teza memiliki usaha toko perlengkapan seragam aparat Polisi dan TNI di Pasar Senen Jakarta.
Rohima mengaku selama ini hubungan antara keluarga Teza dan warga sekitar cukup baik.
"Ya wajar-wajar aja si selama ini mah, kayak sama warga lain aja," tutur Dia.
Hal yang sama juga dikatakan salah satu warga setempat yang tidak ingin disebutkan namanya, dia mengaku sosok Teza di mata warga baik-baik saja.
"Kalau lewat mau keluar ketemu papasan atau apa, paling tegur, sebatas itu aja sih. Soal Teza ditangkap saya sudah tahu, cuma saya kira awalnya ditilang biasa," ujar warga tersebut.
Terkait Teza yang punya hobi menembak, dia sendiri tidak mengetahui.
Pantauan TribunJakarta.com, saat ini rumah Teza terlihat kosong, rumah dua lantai itu sepi lantaran ditinggal penghuninya.
Tidak ada mobil atau kendaraan yang terparkir di garasi rumah bercat abu-abu tersebut.